Senin, 23 Maret 2020

RPP Inspiratif Satu Halaman


RPP Inspiratif Disusun oleh Pusat Kurikulum KEMDIKBUD
Pusat Kurikulum Kemdikbud memberikan terobosan baru, yaitu menyusun RPP Inspiratif yang terdiri dari 1 halaman. Hal ini menjadi perhatian banyak orang, adanya pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. RPP ini disusun dari PAUD sampai Pendidikan Dasar dan Menengah, dan SLB. Tidak semua mata pelajaran yang disusun, tetapi ada beberapa yang mewakili dari satuan pendidikan. 
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran merespon keluhan dari pendidik yang menyatakan bahwa beban administrasi terlalu banyak dan berat,khususnya dalam menyusun RPP. Beban banyak dan berat, apakah ini dialami oleh semua pendidik? Orang yang dapat menjawab ialah pendidik itusendiri karena pendidiklah yang mengalaminya.
Penyusunan RPP inspiratif ini tidak sekadar mengurangi banyaknya halaman menjadi satu halaman. Pendidik diberikan kemerdekaan menyusun RPP bukan karena banyaknya jumlahnya halaman,tetapi bagaimana mengonstruksi rencana itu secara global dan mudah dipahami dalam menerjemahkannya pada saat kegiatan belajar-mengajar (KBM). Jika RPP inspiratif ini masih diperdebatkan karena jumlah halamannya, pendidik perlu meninjau kembali profesionalismenya sebagaipendidik. Dengan demikian, diharapkan tidak akan adalagi pendidik yang mengeluh karena beban banyak dan berat dalam administrasi

Format RPP Inspiratif 1 Halaman
Dalam segi format, RPP Inspiratif ini sangat berbeda dengan RPP sebelumnya. Dari 13 komponen pada RPP yang lalu, sekarang cukup memuat 3 komponen, meliputi: tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran (langkah-langkah), dan assesmen (penilaian). Berikut format RPP Inspiratif satu lembar yang disusun oleh Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

        KOP SEKOLAH

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan         :  ……………………
Mata Pelajaran               :  ……………………
Kelas/ Semester             :  ……………………
Materi Pokok                   :  ……………………
Alokasi Waktu                 :  ……………………

A.  TUJUAN PEMBELAJARAN
1.   ……………………………………………………………………………………………………...
2.   ………………………………………………………………………………………………………
B.  KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Pendahuluan
a)   Orientasi:
……………………………………………………………………………………................
b)   Apersepsi:
………………………………………………………………………………………………....
c)   Motivasi:
………………………………………………………………………………………………....
d)  Pemberian Acuan:
………………………………………………………………………………………………....
2.   Kegiatan Inti
a)   Literasi:
…………………………………………………………………………………………………
b)   Critical Thinking (Berpikir Kritis):
………………………………………………………………………………………………....
c) Collaboration (Kerja Sama):
………………………………………………………………………………………………....
d)   Communication (Komunikasi):
…………………………………………………………………………………………………
e)   Creativity (Kreativitas):
…………………………………………………………………………………………………
3.   Kegiatan Penutup
a)   Peserta didik:
…………………………………………………………………………………………………
b)   Guru:
…………………………………………………………………………………………………
C.  PENILAIAN PEMBELAJARAN
1.   Tes Tertulis:
…………………………………………………………………………………………................
        2.   Tes Praktik:
……………………………………………………………………………………………………....

Mengetahui                                                                        Jakarta, 15 Januari 2020
Kepala Sekolah,                                                                Guru Mapel,




NIP. ------------------------------------                                    NIP. ---------------------------

*Catatan : Komponen Lainnya Sebagai Pelengkap.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Download RPP 1 Lembar Kelas 1 SD Kurikulum 2013 Versi Kemdikbud Tahun 2020

https://drive.google.com/uc?export=download&id=1u-f0s3ux0AznfUsXiluuO5TCF7iDxb4Y

Jumat, 20 Maret 2020


Konsep, Karakteristik, Tujuan, Manfaat Dan Komponen E-Learning

Pengertian E-Learning
Rosenberg (2001)
E-Learning menurut Rosenberg mengarah pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan beberapa solusi yang bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Menurut Michael (2013:27)
E-Learning menurut Michael adalah pembelajaran yang disusun dengan tujuan mengguanakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran.
Menurut Chandrawati (2010)
E-Learning menurut Chandrawati adalah proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi.
Menurut Ardiansyah (2013)
E-Learning menurut Ardiansyah adalah sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa.
Sedangkan definisi E-Learning secara umum yaitu Pembelajaran yang dirancang dengan tujuan memakai sistem elektronik atau komputer menjadikan mampu mendukung suatu proses pembelajaran.
E Learning merupakan sebuah sistem atau konsep pendidikan yang mempergunakan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini kami akan menjelaskan tentang e learning dengan lengkap.
E Learning diartikan juga suatu pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, jaringan komputer atau internet. Dengan E-Learning sangat memudahkan pembelajar dalam proses belajar dengan bantuan internet dimanapun mereka berada.
Karakteristik E-Learning
Rosenberg (2001) menyatakan bahwa karakteristik E-Learning sifatnya jaringan, yang menjadikan dapat memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan dan sharing pembelajaran dan informasi.
Sedangkan menurut Nursalam (2008:135), karakteristik dari E-Learning yaitu:
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik
  2. Menggunakan keunggulan komputer (digital median dan komputer networks)
  3. Memanfaatkan bahan ajar yang sifatnya mandiri (self learning materials) lalu selanjutnya disimpan di komputer, menjadikan bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Menggunakan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemauan belajar dan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi pendidikan bisa dilihat kapan saja di komputer.

Tujuan E-Learning
Tujuan e-learning adalah sebagai berikut:
1.        Untuk meningkatkan daya serap dari para mahasiswa atas materi yang diajarkan
2.        Meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa
3.        Meningkatkan kemampuan belajar mandiri
4.        Meningkatkan kualitas materi pembelajaran.
5.   Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para mahasiswa sesuai dengan bidangnya masing-masing.
E-learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telefon, dan satelit.
Manfaat E-Learning
Adapun kegunaan atau manfaat dari proses belajar E-learning antara lain:
  1. E-learning menawarkan flesibilitas dalam pemilihan waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
  2. Belajar mandiri, E-learning memberikan kesempatan untuk pembelajar secara mandiri memegang kendali terhadap keberhasilan belajar
  3. Efisiensi biaya. E-learning menawarkan efisiensi biaya dalam hal ini administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik dalam belajar dan efisiensi biaya untuk pembelajar merupakan biaya transportasi dan akomodasi.

Sedangkan Pranoto, dkk (2009:309) menyatakan, manfaat dari E-Learning adalah:
  1. Pemakaian E-learning sebagai penunjang jalannya proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa terhadap materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa
  3. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri dari mahasiswa
  4. Meningkatkan kemampuan kualitas materi pendidik dan pelatihan
  5. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, yang mana dengan perangkat biasa dapat mengalami kesulitan.

Komponen E-Learning
Adapun komponen yang membentuk E-learning menurut Romisatriawahono (2008) adalah sebagai berikut:
  1. Infrastruktur E-learning

Infrastruktur e-learning merupakan alat-alat yang digunakan dalam e-learning yang bisa dalam bentuk personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia.
Didalamnya juga ada peralatan teleconference jika kita memberikan layanan synchronous learning yaitu proses pembelajaran terjadi disaat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar melalui teleconference.
2          2.   Sistem dan Aplikasi E-Learning
Sistem dan apilasi e-learning juga biasa dinamakan dengan Learning Management System (LMS). LMS merupakan sistem perangkat lunak atau software yang memvirtualisasikan prorses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan kejadian secara online, proses e-learning, dan isi pelatihan (Ellis, 2009)
Contoh E-Learning
Contoh segala fitur yang berkaitan dengan manajemen proses belajar mengajar adalah, bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online yang kesemuanya adalah diakses dengan internet.