Jumat, 20 Maret 2020


Konsep, Karakteristik, Tujuan, Manfaat Dan Komponen E-Learning

Pengertian E-Learning
Rosenberg (2001)
E-Learning menurut Rosenberg mengarah pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan beberapa solusi yang bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Menurut Michael (2013:27)
E-Learning menurut Michael adalah pembelajaran yang disusun dengan tujuan mengguanakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran.
Menurut Chandrawati (2010)
E-Learning menurut Chandrawati adalah proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi.
Menurut Ardiansyah (2013)
E-Learning menurut Ardiansyah adalah sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa.
Sedangkan definisi E-Learning secara umum yaitu Pembelajaran yang dirancang dengan tujuan memakai sistem elektronik atau komputer menjadikan mampu mendukung suatu proses pembelajaran.
E Learning merupakan sebuah sistem atau konsep pendidikan yang mempergunakan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini kami akan menjelaskan tentang e learning dengan lengkap.
E Learning diartikan juga suatu pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, jaringan komputer atau internet. Dengan E-Learning sangat memudahkan pembelajar dalam proses belajar dengan bantuan internet dimanapun mereka berada.
Karakteristik E-Learning
Rosenberg (2001) menyatakan bahwa karakteristik E-Learning sifatnya jaringan, yang menjadikan dapat memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan dan sharing pembelajaran dan informasi.
Sedangkan menurut Nursalam (2008:135), karakteristik dari E-Learning yaitu:
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik
  2. Menggunakan keunggulan komputer (digital median dan komputer networks)
  3. Memanfaatkan bahan ajar yang sifatnya mandiri (self learning materials) lalu selanjutnya disimpan di komputer, menjadikan bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Menggunakan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemauan belajar dan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi pendidikan bisa dilihat kapan saja di komputer.

Tujuan E-Learning
Tujuan e-learning adalah sebagai berikut:
1.        Untuk meningkatkan daya serap dari para mahasiswa atas materi yang diajarkan
2.        Meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa
3.        Meningkatkan kemampuan belajar mandiri
4.        Meningkatkan kualitas materi pembelajaran.
5.   Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para mahasiswa sesuai dengan bidangnya masing-masing.
E-learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telefon, dan satelit.
Manfaat E-Learning
Adapun kegunaan atau manfaat dari proses belajar E-learning antara lain:
  1. E-learning menawarkan flesibilitas dalam pemilihan waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
  2. Belajar mandiri, E-learning memberikan kesempatan untuk pembelajar secara mandiri memegang kendali terhadap keberhasilan belajar
  3. Efisiensi biaya. E-learning menawarkan efisiensi biaya dalam hal ini administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik dalam belajar dan efisiensi biaya untuk pembelajar merupakan biaya transportasi dan akomodasi.

Sedangkan Pranoto, dkk (2009:309) menyatakan, manfaat dari E-Learning adalah:
  1. Pemakaian E-learning sebagai penunjang jalannya proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa terhadap materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa
  3. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri dari mahasiswa
  4. Meningkatkan kemampuan kualitas materi pendidik dan pelatihan
  5. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, yang mana dengan perangkat biasa dapat mengalami kesulitan.

Komponen E-Learning
Adapun komponen yang membentuk E-learning menurut Romisatriawahono (2008) adalah sebagai berikut:
  1. Infrastruktur E-learning

Infrastruktur e-learning merupakan alat-alat yang digunakan dalam e-learning yang bisa dalam bentuk personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia.
Didalamnya juga ada peralatan teleconference jika kita memberikan layanan synchronous learning yaitu proses pembelajaran terjadi disaat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar melalui teleconference.
2          2.   Sistem dan Aplikasi E-Learning
Sistem dan apilasi e-learning juga biasa dinamakan dengan Learning Management System (LMS). LMS merupakan sistem perangkat lunak atau software yang memvirtualisasikan prorses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan kejadian secara online, proses e-learning, dan isi pelatihan (Ellis, 2009)
Contoh E-Learning
Contoh segala fitur yang berkaitan dengan manajemen proses belajar mengajar adalah, bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online yang kesemuanya adalah diakses dengan internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar